RDBMS, DBMS, dsb

Posted on November 23rd, 2010 in Academic by widyaningtyas09

Menurut Connoly (2002,p16), Database Management System adalah sistem software yang dapat mendefinisikan, membuat, memelihara dan mengontrol akses ke basis data.

Fasilitas yang disediakan oleh DBMS adalah:

  • Dapat mendefinisikan basis data dengan menggunakan Data Definition Language (DDL). DDL dapat memberi fasilitas kepada pengguna untuk menspesifikasikan tipe data, struktur dan batasan aturan mengenai data yang bisa disimpan ke dalam basis data.
  • Pengguna dapat menambah, mengedit, menghapus dan mendapatkan kembali data dengan menggunakan data manipulation language.
  • Dapat mengontrol akses ke basis data, yaitu mencegah pengguna tanpa otoritas, sistem integrasi untuk memelihara konsistensi penyimpanan data, sistem control untuk memperbolehkan pengguna untuk akses, sistem kontrol untuk pengembalian data yang bisa mengembalikan data ke keadaan semula apabila ada kegagalan software atau hardware, catalog yang dapat diakses pengguna yang mendeskripsikan data dalam basis data.

Keuntungan:

  • Konsistensi data
  • Pengontrolan duplikasi data
  • Semakin banyak informasi yang didapat dari data yang sama

Perancangan basis data merupakan proses menciptakan perancangan untuk basis data yang akan mendukung operasi dan tujuan perusahaan (Connolly,2002,p279). Dalam merancang suatu basis data, digunakan metodologi-metodologi yang membantu dalam tahap perancangan basis data. Metodologi perancangan adalah pendekatan struktur dengan menggunakan prosedur, teknik, alat, serta bantuan dokumen untuk membantu dan memudahkan dalam proses perancangan. Dengan menggunakan teknik metode disain ini dapat membantu dalam merencanakan, mengatur, mengontrol, dan mengevaluasi database development project (Connolly,2002,p418).

Proses dalam metodologi perancangan dibagi menjadi tiga tahap :

  1. Conseptual Database Design
  2. Logical Database Design
  3. Physical Database Design

Conceptual Database Design

Conceptual database design adalah proses membangun suatu model berdasarkan informasi yang digunakan oleh perusahaan atau organisasi, tanpa pertimbangan perencanaan fisik (Connolly,2002,p419).

Langkah pertama : Membuat local conceptual data model untuk setiap pandangan yang spesifik. Local conceptual data model terdiri dari :

a. Entitiy types

Menurut Connoly (2002,p331), entity types adalah kumpulan objek yang mempunyai karakteristik yang sama, dimana telah diidentifikasi oleh perusahaan.Menurut Silberschatz (2002,p27), entity types adalah kumpulan dari entity yang memiliki tipe dan karakteristik yang sama.

Entity dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

Strong Entity : entity yang keberadaannya tidak tergantung kepada entity lain (Fathansyah,1999,p94).

Weak entity : entity yang keberadaannya tergantung dari entity lain (Fathansyah,1999,p94).

Contohnya adalah entity mahasiswa dan orang tua. Dimana mahasiswa merupakan strong entity dan orang tua merupakan weak entity karena keberadaan entity orang tua tergantung dari entity mahasiswa.

b. Relationship types

Menurut Connolly (2002,p334) definisi dari relationship types adalah kumpulan antar entity yang saling berhubungan dan mempunyai arti.

c. Attribute dan attribute domains

Attribute adalah karakteristik dari suatu entity atau relasi (Connolly,2002,p338). Setiap attribute diperbolehkan untuk memiliki nilai yang disebut dengan domain. Attribute domains adalah kumpulan dari nilai-nilai yang diperbolehkan untuk satu atau lebih attribute.

Ada beberapa jenis dalam attribute :

Simple attribute dan Composite attribute

Simple attribute adalah attribute yang terdiri dari komponen tunggal dimana attribute tersebut tidak dapat dipisahkan lagi, sedangkan composite attribute adalah attribute yang masih dapat dipisahkan menjadi beberapa bagian. Contoh dari simple attribute adalah nama_barang sedangkan untuk composite attribute adalah alamat pada entity mahasiswa, karena dalam alamat bisa dibagi menjadi bagian entiti jalan, entiti kode_pos dan entiti kota (Silberchatz,2002,p29).

Single-valued attribute dan Multi-valued attribute

Single-valued attribute adalah attribute yang memiliki satu nilai pada setiap entity, sedangkan multi-valued attribute adalah attribute yang mempunyai beberapa nilai pada setiap entity (Connolly,2002,p340). Contoh dari single-valued attribute adalah Nim, nama_Mhs, tanggal_lahir, dan lain-lain. Sedangkan untuk multi-valued attribute contohnya adalah jam_pelajaran, hobi, dan lain-lain.

Derived attribute

Derived attribute merupakan attribute yang nilai-nilainya diperoleh dari hasil perhitungan atau dapat diturunkan dari attribute lain yang berhubungan (Silberschatz,2002,p30). Contohnya adalah attribute umur pada entity mahasiswa dimana attribute tersebut diturunkan dari attribute tanggal_lahir dan tanggal_hari_ini.

d. Primary key dan alternate keys

Primary key adalah key yang telah menjadi candidate key yang dipilih secara unik untuk mengidentifikasi suatu entity types. Candidate key adalah kumpulan attribute minimal yang unik untuk mengidentifikasikan suatu entity types (Connolly,2002,p340).

Alternate key adalah key yang digunakan sebagai alternatif dari key yang telah didefinisikan (Fathansyah,1999,p104).

e. Integrity constraints

Integrity constraints adalah batasan-batasan yang menentukan dalam rangka melindungi basis data untuk menghindari terjadinya inconsistent. (Connolly,2002,p457).

Pada tahap conceptual model, langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Mengidentifikasi entity types

Bertujuan untuk menentukan entity types utama yang dibutuhkan. Menentukan entity dapat dilakukan dengan memeriksa user’s requirement specification. Setelah terdefinisi, entity diberikan nama yang tepat dan jelas seperti mahasiswa, dosen, mata_kuliah.

b. Mengidentifikasikan relationship types

Bertujuan untuk mengidentifikasi suatu relationship yang penting yang ada antar entity yang telah diidentifikasi. Nama dari suatu relationship menggunakan kata kerja seperti mempelajari, memiliki mempunyai dan lain-lain.

c. Mengidentifikasi dan menghubungkan attribute dengan entity atau relationship types

Bertujuan untuk menghubungkan attribute dengan entity atau relationship yang tepat. Attribute yang dimiliki setiap entity atau relationship memiliki identitas atau karakteristik yang sesuai dengan memperhatikan attribute berikut : simple/composite attribute, single/multi-valued attribute dan derived attribute.

d. Menentukan attribute domain

Bertujuan untuk menentukan attribute domain pada conceptual data model. Contohnya yaitu menentukan nilai attribute jenis_kelamin pada entity mahasiswa dangan ‘M’ atau ‘F’ atau nilai attribute sks pada entity mata_kuliah dengan ‘1’, ’2’, ‘3’ dan ‘4’.

e. Menentukan candidate key dan primary key attributes

Bertujuan untuk mengidentifikasi candidate key pada setiap entity dan memilih primary key jika ada lebih dari satu candidate key. Pemilihan primary key didasari pada panjang dari attribute dan keunikan key di masa datang.

f. Mempertimbangkan penggunaan enhance modeling concepts (pilihan)

Pada langkah ini bertujuan untuk menentukan specialization, generalization, aggregation, composition. Dimana masing-masing pendekatan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Specialization dan generalization adalah proses dalam mengelompokan beberapa entity dan menghasilkan entity yang baru. Beda dari keduanya adalah cara prosesnya, dimana spesialisasi menggunakan proses top-down dan generalisasi menggunakan proses bottom-up.

Aggregation menggambarkan sebuah entity types dengan sebuah relationship types dimana suatu relasi hanya akan ada jika telah ada relationship lainnya.

g. Mengecek redundansi

Bertujuan untuk memeriksa conceptual model untuk menghindari dari adanya informasi yang redundan. Yang dilakukan pada langkah ini adalah :

Memeriksa kembali one-to-one relationship.

Setelah entity diidentifikasikan maka kemungkinan ada dua entity yang mewakili satu objek. Untuk itu dua entity tersebut harus di-merger bersama. Dan jika primary key-nya berbeda maka harus dipilih salah satu dan lainnya dijadikan alternate key.

Menghilangkan relasi yang redundansi.

Untuk menekan jumlah model data, maka relationship data yang redundan harus dihilangkan.

h. Memvalidasi conceptual model dengan transaksi.

Bertujuan untuk menjamin bahwa conceptual data model mendukung kebutuhan transaksi. Dengan menggunakan model yang telah divalidasi tersebut, dapat digunakan untuk melaksanakan operasi secara manual. Ada dua pendekatan yang mungkin untuk mejamin bahwa local conceptual data model mendukung kebutuhan transaksi yaitu :

Mendeskripsikan transaksi

Memeriksa seluruh informasi (entities, relationship, dan attribute) yang diperlukan pada setiap transaksi yang disediakan oleh model dengan mendokumentasikan penggambaran dari tiap kebutuhan transaksi.

Mengunakan transaksi pathways

Pendekatan kedua, untuk memvalidasi data model dengan keperluan transaksi yang melibatkan diagram yang mewakili pathways diambil dari tiap transaksi secara langsung yang terdapat pada E-R diagram menggambarkan komponen-komponen dari entity dan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan attribute-attribute yang merepresentasikan seluruh fakta dari real-world yang kita tinjau (Fathansyah,1999,p79). Sedangkan menurut Silberschartz (2002,p42), E-R diagram dapat menyatakan keseluruhan struktur logical dari basis data dengan menggunakan bagan.

i. Melihat kembali conceptual data model dengan pengguna.

Bertujuan untuk melihat kembali conceptual model dan memastikan bahwa data model tersebut sudah benar.

Logical Database Design

Logical database design adalah proses pembuatan suatu model informasi yang digunakan pada perusahan berdasarkan pada model data yang spesifik, tetapi tidak tergantung dari Database Management System (DBMS) yang khusus dan pertimbangan fisik yang lain (Connolly,2002,p441).

DBMS adalah software yang memungkinkan pemakai untuk mendefinisi, membuat, memelihara, dan mengontrol akses ke basis data (Connolly,2002,p16). Fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh DBMS antara lain :

1. Memperbolehkan user untuk mendefinisikan basis data.

2. Memperbolehkan user untuk menambah , mengubah, dan menghapus serta mengambil data dari basis data.

3. Menyediakan kontrol akses ke basis data. Seperti security, integrity, concurrency control, recovery control system dan user-accessible catalog.

Langkah kedua : membuat dan memvalidasi local logical data model untuk setiap pandangan. Bertujuan untuk membuat local logical data model dari local conceptual data model yang mempresentasikan pandangan khusus dari perusahaan dan memvalidasi model tersebut untuk menjamin kebenaran strukturnya (dengan menggunakan teknik normalisasi) dan menjamin bahwa model tersebut mendukung kebutuhan transaksi.

Menurut Conolly (2002,p376), normalisasi merupakan suatu teknik untuk menghasilkan suatu relasi yang sangat diperlukan dimana kebutuhan datanya diberikan oleh perusahaan. Dalam proses normalisasi membutuhkan beberapa tahap untuk dapat diimplementasikan. Tahap-tahap normalisasi menurut (Conolly,2002,p387) adalah :

a. Bentuk tidak normal (UNF)

Merupakan bentuk normalisasi dimana terdapat tabel yang memiliki satu atau lebih data yang berulang.

b. Bentuk normal pertama (1NF)

Merupakan bentuk normalisasi dimana data yang dikumpulkan menjadi satu field yang sifatnya tidak akan berulang dan tiap field mempunyai satu nilai.

c. Bentuk normal kedua (2NF)

Merupakan bentuk normalisasi dimana field yang bukan kunci tergantung secara fungsi pada suatu primary key.

d. Bentuk normal ketiga (3NF)

Merupakan bentuk normalisasi dimana tidak ada field yang bukan primary key tergantung transitive kepada primary key.

e. Bentuk BCNF (Boyce-Codd Normal Form)

Merupakan bentuk normalisasi dimana jika dan hanya jika setiap determinant adalah candidate key.

Pada perancangan model logical langkah kedua, tahapan-tahapannya adalah :

a.                Menghilangkan features yang tidak compatible dengan model relasional (pilihan). Bertujuan untuk menghasilkan model yang kompatibel dengan model relasional. Yaitu dengan :

  • Menghilangkan many-to-many (*:*) binary relationship types
  • Menghilangkan many-to-many (*:*) recursive relationship types
  • Menghilangkan complex relationship types
  • Menghilangkan multi-valued attributes

b.               Memperoleh relasi untuk local logical data model.

Bertujuan untuk membuat hubungan logical model yang mewakili entity, relationship dan attribute yang telah didefinisi. Mendeskripsikan komposisi tiap hubungan memakai Database Definition Language (DDL) untuk relasi yang diikuti dengan daftar dari relasi attribute yang mudah lalu mengidentifikasikan primary key dan foreign key dari suatu relasi. Untuk memperoleh relasi untuk local data model, maka diperlukan penjelasan untuk mendeskripsikan struktur yang mungkin dalam data model saat ini.

Bahasa dalam basis data dapat dibedakan menjadi dua bentuk :

Data Definition Language (DDL)

DDL merupakan bahasa dalam basis data yang memungkinkan pengguna untuk membuat atau menghapus basis data, membuat atau menghapus tabel membuat struktur penyimpanan tabel. Hasil dari kompilasi DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut dengan kamus data.

Data Manipulation Language (DML)

DML merupakan bahasa dalam basis data yang memungkinkan pengguna untuk melakukan manipulasi data pada suatu basis data, seperti menambah, mengubah, menghapus data dari suatu basis data.

a.                Memvalidasi relasi dengan menggunakan normalisasi

Dengan menggunakan normalisasi, maka model yang dihasilkan mendekati model dari kebutuhan perusahaan, konsisten dan memiliki sedikit redundansi dan stabilitas yang maksimum.

b.      Memvalidasi relasi dengan transaksi pengguna

Bertujuan untuk menjamin bahwa relasi dalam model logikal tersebut mendukung user’s requirements specification secara detail. Selain itu juga untuk meyakinkan bahwa tidak ada kesalahan yang muncul sewaktu membuat suatu relasi.

c.       Mendefinisikan Integrity constraints

Bertujuan untuk mendefinisikan integrity constraints yang disampaikan dalam pandangan. Terdapat lima tipe integrity constraints yang harus diperhatikan, yaitu :

Required data

Attribute domain constraints

Entity integrity

Referential integrity

Enterprise Constraints

d.      Melihat kembali local logical data model dengan pengguna

Bertujuan untuk menjamin local logical data model dan mendukung dokumentasi yang menggambarkan model yang sudah benar.

Langkah ketiga : Membuat dan memvalidasi global logical data model. Bertujuan untuk menyatukan local logical data model menjadi global logical data model.

Pada perancangan model logikal langkah ketiga, tahapan-tahapannya adalah :

a. Menggabungkan local logical data model menjadi global model

Pada langkah ini, setiap local logical data model menghasilkan E-R diagram, skema relasional, kamus data dan dokumen pendukung yang mendeskripsikan constraints dari model. Beberapa tugas yang harus dikerjakan adalah sebagai berikut :

Memeriksa lembali nama dan isi dari entities dari relationships dan candidate key.

Memeriksa kembali nama dan isi dari relationships/ foreign keys.

Menggabungkan entities atau hubungan dari local data model.

Mengikutsertakan (tanpa menggabungkan) entities atau relationships yang unik pada tiap local data model.

Menggabungkan relationships atau foreingn key dari local data model.

Mengikutsertakan (tanpa menggabungkan) relationships atau foreign key unik pada tiap local data model.

Memeriksa untuk entities (hubungan) dan relationships atau foreign key.

Memeriksa integrity constraints.

Menggambarkan ER-diagram.

Melakukan update dokumen.

b. Memvalidasi global logical data model

Bertujuan untuk memvalidasi relasi yang dibuat dari global logical data model dengan teknik normalisasi dan menjamin bahwa model tersebut mendukung kebutuhan transaksi

c. Mengecek pertumbuhan yang akan datang

Bertujuan untuk menentukan apakah ada perubahan yang signifikan seperti keadaan yang tidak terduga dimasa mendatang dan menilai apakah model logikal tersebut dapat menampung atau menyesuaikan perubahan yang terjadi.

d. Melihat kembali global logical data model dengan pengguna

Bertujuan untuk menjamin model data logikal yang bersifat global telah tepat untuk perusahaan.

Physical Database Design

Phisical database design adalah suatu proses untuk menghasilkan gambaran dari implementasi basis data pada tempat penyimpanan, menjelaskan dasar dari relasi, organisasi file dan indeks yang digunakan untuk efisiensi data dan menghubungkan beberapa integrity constraints dan tindakan keamanan (Connolly,2002,p478).

Langkah keempat : Menterjemahkan global logical data model untuk target DBMS. Bertujuan untuk menghasilkan skema basis data relasional dalam global logical data model yang dapat diimplemetasikan ke DBMS.

Pada perancangan model physical, langkah-langkahnya adalah :

a. Merancang basis relasional

Dalam memulai merancang physical design, diperlukan untuk mengumpulkan dan memahami informasi tentang relasi yang dihasilkan dari logical database design. Informasi yang penting bisa didapatkan dari kamus data dan DDL.

b. Merancang representasi dari data yang diperoleh

Bertuuan untuk menentukan bagaimana setiap data yang diperoleh mewakili global logical data model ke dalam DBMS.

c. Merancang enterprise constraints

Pada langkah ini bertujuan untuk merancang batasan-batasan yang ada pada perusahaan.

Langkah kelima : Merancang representasi physical. Bertujuan untuk menentukan organisasi file yang optimal untuk penyimpanan dan menentukan indeks yang dibutuhkan untuk meningkatkan performa.

Terdapat tiga faktor yang memungkinkan digunakannya representasi physical :

1. Transaction throughput

2. Response time

3. Disk storage

Dalam langkah kelima ini perlu untuk memahami system resources untuk meningkatkan performa basis data.

  • Main memory

Dengan semakin besar main memory yang ada maka akan dapat meningkatkan performa DBMS dan aplikasi basis data yang digunakan.

  • CPU

CPU mengontrol tugas-tugas dari system resources lain dan mengeksekusi prosesnya.

  • Disk I/O

Dengan menggunakan DBMS yang besar, maka disk I/O yang diperlukan sangat signifikan dalam menyimpan dan mengambil data. Untuk menghindari kemacetan transfer data, maka :

File sistem operasi harus dipisahkan dari file basis data.

File utama basis data harus dipisahkan dari file indeks.

File recovery log harus dipisahkan dari basis data yang sedang tidak digunakan.

Network

Ketika jumlah data yang ditransfer telah banyak, maka dengan menggunakan network sangat dianjurkan. Selain itu juga untuk menghindari dari kemacetan dalam mentransfer data.

Pada langkah kelima ini, tahapan-tahapannya adalah :

a.              Menganalisis transaksi

Bertujuan untuk mengerti fungsi dari transaksi yang dijalankan pada basis data dan menganalisa transaksi yang penting. Kriteria kemampuan yang harus diidentifikasikan dalam menganalisa transaksi adalah :

Transaksi dapat berjalan secara sering dan akan mempunyai dampak yang signifikan pada performa.

Transaksi yang kritis pada operasi dan bisnis.

Waktu selama sehari atau seminggu ketika akan ada permintaan yang tinggi pada saat basis data dibuat.

b.     Memilih file organisasi

Bertujuan untuk menyimpan data secara tepat ke tempat penyimpanan data. Ada beberapa pilihan struktur penyimpanan (Silberschatz,2002,p422), yaitu :

Heap

Hash

Sekuensial berindeks

Clusters

c.      Memilih indeks

Bertujuan untuk meningkatkan performa dalam suatu sistem basis data. Salah satu pendekatan untuk memilih organisasi file yang cocok untuk relasi adalah untuk menyimpan tuples yang tidak disimpan dan dibuat sebanyak secondary indexes sebagaimana diperlukan. Oleh karena itu, atribut yang digunakan adalah:

Atribut yang sering digunakan untuk join operations untuk membuat lebih efisien.

Atribut yang sering dipesan untuk mengakses tuples pada suatu relasi didalam urutan yang menunjukkan atribut.

d.     Memperkirakan kebutuhan ruang penyimpanan

Bertujuan untuk memperkirakan jumlah ruang penyimpanan yang akan diperlukan dalam basis data. Perkiraannya didasari pada ukuran setiap tabel dalam suatu relasi. Contohnya dalam lima tahun mendatang berapa kapasitas hard disk yang dibutuhkan untuk menampung data.

Langkah keenam : Merancang pandangan pengguna. Bertujuan untuk merancang pandangan pengguna yang telah diidentifikasi selama mengumpulkan kebutuhan dan menganalisis langkah dari relasional Database Application Lifecycle. Contohnya pada branch terdiri dari direktur dan manajer pandangan.

Langkah ketujuh : Merancang keamanan. Dalam sebuah sistem basis data, keamanan adalah elemen yang sangat penting mengingat isi dari basis data berupa informasi yang sangat penting. menurut Silberschatz (2002,p239) ukuran keamanan yang dapat diambil untuk melindungi basis data antara lain dari segi :

Sistem basis data : ada beberapa pengguna berwenang yang dizinkan untuk mengakses bagian basis data tertentu dan ada para pengguna yang lain hanya diizinkan untuk membaca data yang diinginkannya, tetapi tidak punya hak untuk mengubahnya. Kewajiban dari sistem basis data ini adalah menjaga batasan seperti di atas tetap terjaga.

Sistem operasi : tidak peduli betapa aman sistem basis datanya, apabila terjadi kelemahan dalam sistem operasi. Hal ini sama artinya dengan adanya akses yang tidak diinginkan dalam basis data. Jadi tingkat keamanan perangkat lunak dalam sistem operasi sangatlah penting seperti halnya keamanan yang dilakukan secara fisik.

Jaringan : seluruh sistem basis data memperbolehkan untuk mengakses lewat terminal atau jaringan, keamanan software-level dalam software jaringan sangat penting sebagai keamanan fisik, keduanya dibutuhkan dalam internet dan jaringan pribadi.

Fisik : situs yang mengandung sistem komputer harus secara fisik aman dari entri secara diam-diam dan bahaya oleh para penyelundup.

Manusia : otorisasi pada pengguna harus dilakukan secara hati-hati untuk mengurangi adanya kejadian dimana pengguna yang berwenang memberikan akses kepada orang lain dengan imbalan suap atau lainnya.

Langkah  kedelapan : Mempertimbangkan pengenalan dan redundansi kontrol. Pada langkah physical database design ini mempertimbangkan denormalisasi skema relational untuk meningkatkan performa. Hasil dari normalisasi adalah perancangan basis data logikal secara structural, konsisten, dan menekan jumlah redudansi. Faktor yang perlu dipertimbangkan adalah :

Denormalisasi membuat implementasi lebih kompleks

Denormalisasi selalu mengorbankan fleksibilitas

Denormalisasi akan membuat cepat dalam retrieve data tetapi lambat dalam update.

Ukuran performa dari suatu perancangan basis data dapat dilihat dari sudut pandang tertentu yaitu melalui pendekatan efisiensi data (Normalisasi) atau pendekatan efisiensi proses (Denormalisasi). Efisiensi data dimaksudkan untuk meminimalkan kapasitas disk, dan efisiensi proses dimaksudkan untuk mempercepat proses saat retrieve data dari basis data.

Langkah  kesembilan : Memonitor dan memasang sistem operasi. Bertujuan untuk memonitor sistem operasi, meningkatkan performa dan menentukan perancangan sistem yang tepat atau menggambarkan perubahan kebutuhan.

ALU (Arithmatic and Logic Unit)

Posted on November 23rd, 2010 in Academic by widyaningtyas09
  1. Dasar Teori

Arithmatic and Logic Unit (ALU), adalah salah satu bagian/komponen dalam sistem di dalam sistem komputer berfungsi melakukan operasi/perhitungan aritmatika dan logika (seperti penjumlahan, pengurangan dan beberapa logika lain), AlU bekerja besama-sama memori. Dimana hasil dari perhitungan di dalam ALU di simpan ke dalam memori.

Perhitungan dalam ALU menggunakan kode biner, yang merepresentasikan instruksi yang akan dieksekusi (opcode) dan data yang diolah (operand). ALU biasanya menggunakan sistem bilangan biner two’s complement.

ALU mendapat data dari register. Kemudian data tersebut diproses dan hasilnya akan disimpan dalam register tersendiri yaitu ALU output register, sebelum disimpan dalam memori.

Pada saat sekarang ini sebuah chip/IC dapat mempunyai beberapa ALU sekaligus yang memungkinkan untuk melakukan kalkulasi secara paralel. Salah satu chip ALU yang sederhana (terdiri dari 1 buah ALU) adalah IC 74LS382/HC382ALU (TTL). IC ini terdiri dari 20 kaki dan beroperasi dengan 4×2 pin data input (pinA dan pinB) dengan 4 pin keluaran (pinF).

ALU ( Arithmetical Logical Unit ) Fungsi unit ini adalah untuk melakukan suatu proses data yang berbentuk angka dan logika, seperti data matematika dan statistika. ALU terdiri dari register-register untuk menyimpan informasi. Tugas utama dari ALU adalah melakukan perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi program. Sirkuit yang digunakan oleh ALU ini disebut dengan adder karena operasi yang dilakukan dengan dasar penjumlahan. Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari operasi sesuai dengan instruksi program yaitu operasi logika (logical operation). Operasi logika meliputi perbandingan dua buah elemen logika dengan menggunakan operator logika, yaitu :

  • Sama dengan (=)
  • Tidak sama dengan ( <> )
  • Kurang dari ( < )
  • Kurang atau sama dengan dari ( <= )
  • Lebih besar dari ( > )
  • Lebih besar atau sama dengan dari ( >= )

Arithmetic and Logic Unit (ALU):

  • Bertugas membentuk fungsi – fungsi pengolahan data komputer.
  • ALU sering disebut mesin bahasa (machine language) karena bagian ini mengerjakan instruksi – instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya. Seperti istilahnya
  • ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean, yang masing – masing memiliki spesifikasi tugas sendiri.

Biasanya disingkat dengan ALU. Arithmetic Logical Unit merupakan unit penalaran secara logic. ALU ini adalah merupakan Sirkuit CPU berkecepatan tinggi yang bertugas menghitung dan membandingkan. Angka-angka dikirim dari memori ke ALU untuk dikalkulasi dan kemudian dikirim kembali ke memori.

Jika CPU diasumsikan sebagai otaknya komputer, maka ada suatu alat lain di dalam CPU tersebut yang kenal dengan nama Arithmetic Logical Unit (ALU), ALU inilah yang berfikir untuk menjalankan perintah yang diberikan kepada CPU tersebut.

ALU sendiri merupakan suatu kesatuan alat yang terdiri dari berbagai komponen perangkat elektronika termasuk di dalamnya sekelompok transistor, yang dikenal dengan nama logic gate, dimana logic gate ini berfungsi untuk melaksanakan perintah dasar matematika dan operasi logika.

Kumpulan susunan dari logic gate inilah yang dapat melakukan perintah perhitungan matematika yang lebih komplit seperti perintah “add” untuk menambahkan bilangan, atau “devide” atau pembagian dari suatu bilangan. Selain perintah matematika yang lebih komplit, kumpulan dari logic gate ini juga mampu untuk melaksanakan perintah yang berhubungan dengan logika, seperti hasil perbandingan dua buah bilangan.

Instruksi yang dapat dilaksanakan oleh ALU disebut dengan instruction set. Perintah yang ada pada masing-masing CPU belum tentu sama, terutama CPU yang dibuat oleh pembuat yang berbeda, katakanlah misalnya perintah yang dilaksanakan oleh CPU buatan Intel belum tentu sama dengan CPU yang dibuat oleh Sun atau perusahaan pembuat mikroprosesor lainnya. Jika perintah yang dijalankan oleh suatu CPU dengan CPU lainnya adalah sama, maka pada level inilah suatu sistem dikatakan compatible.

Sehingga sebuah program atau perangkat lunak atau software yang dibuat berdasarkan perintah yang ada pada Intel tidak akan bisa dijalankan untuk semua jenis prosesor,kecuali untuk prosesor yang compatible dengannya.

Seperti halnya dalam bahasa yang digunakan oleh manusia, instruction set ini juga memiliki aturan bahasa yang bisa saja berbeda satu dengan lainnya. Bandingkanlah beda struktur bahasa Inggris dengan Indonesia, atau dengan bahasa lainnya, begitu juga dengan instruction set yang ada pada mesin, tergantung dimana lingkungan instruction set itu digunakan.

ALU, singkatan dari Arithmetic And Logic Unit dalam bahasa Indonesia: unit aritmatika dan logika), adalah salah satu bagian dalam dari sebuah mikroprosessor  yang berfungsi untuk melakukan operasi hitungan aritmatika dan logika.Contoh operasi aritmatika adalah operasi penjumlahan dan pengurangan, sedangkan contoh operasi logika adalah logika AND dan OR. tugas utama dari ALU (Arithmetic And Logic Unit)adalah melakukan semua perhitungan aritmatika atau matematika yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan operasi aritmatika yang lainnya. Seperti pengurangan, pengurangan, dan pembagian dilakukan dengan dasar penjumlahan. Sehingga sirkuit elektronik di ALU yang digunakan untuk melaksanakan operasi aritmatika ini disebut adder. ALU melakukan operasi arithmatika dengan dasar pertambahan, sedang operasi arithmatika yang lainnya, seperti pengurangan, perkalian, dan pembagian dilakukan dengan dasar penjumlahan. sehingga sirkuit elektronik di         ALU yang digunakan untuk melaksanakan operasi arithmatika ini disebut adder. Tugas lalin dari ALU adalah melakukan keputusan dari operasi logika sesuai dengan instruksi program. Operasi logika (logical operation) meliputi perbandingan dua buah elemen logika dengan menggunakan operator logika.

ALU melakukan perhitungan berdasarkan aritmatika yang terjadi sesuai dengan instruksi program. Alu melakukan operasi aritmatika berdasarkan penjumlahan. Operasi pengurangan, perkalian, dan pembagian dilakukan dengan dasar penjumlahan. Sirkuit elektronik di ALU = adder.

Fungsi-fungsi yang didefinisikan pada ALU adalah Add (penjumlahan), Addu (penjumlahan tidak bertanda), Sub (pengurangan), Subu (pengurangan tidak bertanda), and, or, xor, sll (shift left logical), srl (shift right logical), sra (shift right arithmetic), dan lain-lain.

ALU (Aritmetic and Logic Unit)

Unit Aritmetika dan Logika merupakan bagian pengolah bilangan dari sebuah komputer.Operasi Aritmatika terdiri dari berbagai macam operasi diantaranya adalah operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Cara Pendesinan pada ALU hampir sama dengan mendesain enkoder, multiplexer, dan di

Multiplexer. Rangkaian utama yang digunakan untuk melakukan perhitungan ALU adalah Adder.

Rangkaian pada ALU (Arithmetic and Logic Unit) yang digunakan untuk menjumlahkan bilangan dinamakan dengan Adder. Adder digunakan untuk memproses operasi aritmetika, Adder juga disebut rangkaian kombinasional aritmatika.

Ada 3 jenis adder:

1.Rangkaian Adder dengan menjumlahkan dua bit disebut Half Adder.

2.Rangkaian Adder dengan menjumlahkan tiga bit disebut Full Adder.

3.Rangkain Adder dengan menjumlahkan banyak bit disebut Paralel Adder

.

A. Half Adder

Rangkaian Half Adder merupakan dasar penjumlahan bilangan Biner yang terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamai Penjumlah Tak Lengkap.

1. jika A = 0 dan B = 0 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 0.

2. jika A = 0 dan B = 1 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 1.

3. jika A = 1 dan B = 1 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 0

  1. jika A = 1 dan B =1 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 0. dengan nilai pindahan cy(Carry Out) = 1

Dengan demikian, half adder memiliki 2 masukan ( A dan B ) dan dua keluaran ( S dan Cy ).

Tabel Kebenaran Half adder :

A B S C
0 0 0 0
0 1 1 0
1 0 1 0
1 1 0 1

B. FULL ADDER

Sebuah Full Adder menjumlahkan dua bilangan yang telah dikonversikan menjadi bilangan-bilangan biner. Masing-masing bit pada posisi yang sama saling dijumlahkan. Full Adder sebagai penjumlah pada bit-bit selain yang terendah. Full Adder menjumlahkan dua bit input ditambah dengan nilai Carry-Out dari penjumlahan bit sebelumnya. Output dari Full Adder adalah hasil penjumlahan (Sum) dan bit kelebihannya (carry-out).

C. PARALEL  ADDER

Rangkaian Parallel Adder adalah rangkaian penjumlah dari dua bilangan yang telah dikonversikan ke dalam bentuk biner. Anggap ada dua buah register A dan B, masing-masing register terdiri dari 4 bit biner : A3A2A1A0 dan B3B2B1B0.

Rangkaian Parallel Adder terdiri dari Sebuah Half Adder (HA) pada Least Significant Bit (LSB) dari masing-masing input dan beberapa Full Adder pada bit-bit berikutnya. Prinsip kerja dari Parallel Adder adalah sebagai berikut : penjumlahan dilakukan mulai dari LSB-nya. Jika hasil penjumlahan adalah bilangan desimal “2” atau lebih, maka bit kelebihannya disimpan pada Cout, sedangkan bit di bawahnya akan dikeluarkan pada Σ. Begitu seterusnya menuju ke Most Significant Bit (MSB)nya.

Flash Memory

Posted on November 23rd, 2010 in Academic by widyaningtyas09

1.    PENGERTIAN

Flash memory adalah komputer penyimpanan non-volatile teknologi yang dapat dihapus dan diprogram ulang secara elektrik. Hal ini terutama digunakan dalam kartu memori, USB flash drive, dan drive solid-state untuk penyimpanan umum dan transfer data antara komputer dan produk digital lainnya. Ini adalah jenis spesifik EEPROM (elektrik memori read-only bisa dihapus Programmable) yang dihapus dan diprogram dalam blok besar; pada awal flash chip seluruh harus dihapus sekaligus. Flash memory biaya jauh lebih kecil dari byte-programmable EEPROM dan karenanya telah menjadi teknologi dominan mana sejumlah besar non-volatile, penyimpanan solid state diperlukan. Contoh aplikasi termasuk PDA (personal digital asisten), komputer laptop, pemutar audio digital, kamera digital dan ponsel. Hal ini juga memperoleh popularitas di konsol hardware video game, di mana ia sering digunakan sebagai pengganti EEPROMs atau RAM statis bertenaga baterai (SRAM) untuk menyimpan data permainan.

Karena memori flash adalah non-volatile, tidak ada daya yang dibutuhkan untuk menjaga informasi yang disimpan dalam chip. Selain itu, flash memory menawarkan cepat dibaca waktu akses (meskipun tidak secepat volatile memori DRAM digunakan untuk memori utama dalam PC) dan lebih baik ketahanan shock kinetik dari hard disk. Karakteristik ini menjelaskan popularitas flash memory dalam perangkat portabel. Fitur lain dari memori flash adalah bahwa ketika dikemas dalam “kartu memori,” itu sangat tahan lama, mampu menahan tekanan intens, ekstrem suhu, dan bahkan perendaman dalam air.

Meskipun secara teknis jenis EEPROM, istilah “EEPROM” umumnya digunakan untuk merujuk secara khusus untuk EEPROM non-flash yang bisa dihapus di blok kecil, biasanya byte. Karena menghapus siklus yang lambat, ukuran blok besar yang digunakan dalam memori flash menghapus memberikan keunggulan kecepatan yang signifikan dibandingkan EEPROM gaya lama saat menulis data dalam jumlah besar.

2.    SEJARAH

Flash memori (kedua jenis NOR dan NAND) diciptakan oleh Dr Fujio Masuoka saat bekerja untuk Toshiba sekitar tahun 1980. Menurut Toshiba., Nama “flash” disarankan oleh rekan Dr Masuoka, Mr Shoji Ariizumi , karena proses penghapusan isi memori mengingatkannya pada lampu kilat kamera. Dr Masuoka disajikan penemuan ini di tahun 1984 IEEE International Electron Devices Meeting (IEDM) yang diselenggarakan di San Francisco, California.

Intel Corporation melihat potensi besar dari penemuan ini dan memperkenalkan tipe chip NOR flash komersial pertama pada tahun 1988. NOR-based flash telah lama menghapus dan menulis kali, tetapi memberikan alamat lengkap dan bus data, yang memungkinkan akses acak untuk setiap lokasi memori .Hal ini membuatnya menjadi pengganti yang cocok untuk memori read-hanya lebih tua (ROM) chip, yang digunakan untuk menyimpan kode program yang jarang perlu diperbarui, seperti komputer BIOS atau firmware dari set-top box.daya tahan adalah 10.000 menjadi 1.000.000 siklus menghapus flash NOR berbasis dasar awal removable media berbasis flash;. CompactFlash pada awalnya didasarkan pada itu, meskipun kartu kemudian pindah menjadi kurang flash NAND mahal..

Toshiba mengumumkan flash NAND pada 1987 International Electron Devices Meeting. Ini telah mengurangi menghapus dan menulis kali, dan diperlukan luas kurang chip per sel, sehingga memungkinkan kerapatan penyimpanan yang lebih besar dan biaya yang lebih rendah per bit dari NOR flash, tetapi juga memiliki hingga sepuluh kali daya tahan flash NOR. Namun, I / O interface flash NAND tidak menyediakan akses-acak bus alamat eksternal. Sebaliknya, data harus dibaca secara blok-bijaksana, dengan ukuran blok khas ratusan hingga ribuan bit. NAND flash yang dibuat ini tidak cocok sebagai drop-in pengganti program ROM sejak mikroprosesor dan mikrokontroler yang paling diperlukan akses acak byte-tingkat. Dalam hal ini flash NAND mirip dengan perangkat penyimpanan sekunder seperti hard disk dan media optik, dan dengan demikian sangat cocok untuk digunakan dalam perangkat penyimpanan massal seperti kartu memori. Para NAND pertama berbasis removable SmartMedia format media adalah pada tahun 1995, dan banyak orang lain telah diikuti, termasuk MultiMediaCard, Secure Digital, Memory Stick dan xD-Picture Card. Sebuah generasi baru dari format kartu memori, termasuk RS-MMC, miniSD, dan microSD dan Intelligent Stick, fitur faktor bentuk yang sangat kecil. Misalnya, kartu microSD memiliki luas lebih dari 1,5 cm ², dengan ketebalan kurang dari 1 mm. microSD kapasitas mulai dari 64 MB hingga 32 GB, pada Maret 2010.

2.    KECEPATAN
Ini pengetahuan umum bahwa menulis ke memori flash jauh lebih lambat dibandingkan menulis ke DRAM. Bukankah kecepatan tujuan utama dari memasang SSD di tempat pertama?Ya.Namun, untuk mengatakan bahwa teknologi flash adalah “lebih lambat dari DRAM” adalah untuk menjualnya pendek.Pertama, membaca data dari memori flash ini sangat mirip dengan kecepatan membaca dari DRAM. Kedua, produsen yang lebih baik dari SSD flash menggabungkan DRAM cache di drive untuk mempercepat menulis.Yang terbaik dari produsen telah algoritma di dalam perangkat yang dapat flush data dari cache ke flash di latar belakang tanpa mempengaruhi kinerja. Jika kita grafik kinerja relatif dari kedua jenis SSD dan disk yang berputar tradisional, terlihat seperti:

waktu akses yang khas adalah:

* DRAM SSD: 20μs
* Flash SSD: 35-100μs
* Rotating Disk: 4,000-10,000 mikrodetik (4-10ms)

.           Kita bisa melihat dari grafik di atas bahwa SSD berbasis DRAM memang lebih cepat daripada SSD berbasis flash, bahkan mungkin tiga kali lebih cepat. Namun, kita harus mengajukan pertanyaan: “Apakah itu perbedaan kinerja yang signifikan?” Mempertimbangkan bagaimana masing-masing lebih cepat daripada teknologi SSD disk berputar, jawabannya juga mungkin “Tidak” Kemungkinan besar bahwa differentiators lainnya di bawah ini akan lebih penting untuk banyak lingkungan TI.

3.    MASA HIDUP
Tidak seperti DRAM, flash chip memori memiliki umur yang terbatas. Selanjutnya, chip flash yang berbeda memiliki nomor yang berbeda dari menulis siklus sebelum kesalahan mulai terjadi. chip Flash dengan 300.000 menulis siklus yang umum, dan saat ini chip flash terbaik dinilai di 1.000.000 menulis siklus per blok (dengan 8.000 blok per keping). Sekarang, hanya karena sebuah chip flash memiliki rating siklus diberikan menulis, itu tidak berarti bahwa chip akan merusak diri sendiri secepat ambang yang dicapai. Ini berarti bahwa sebuah chip flash dengan 1 juta Erase / Write ketahanan ambang batas akan memiliki hanya 0,02 persen dari populasi sampel berubah menjadi blok buruk ketika ambang menulis dicapai untuk blok tersebut. Produsen flash lebih baik SSD memiliki dua cara untuk meningkatkan umur panjang drive: Pertama, “menyeimbangkan” algoritma yang digunakan. Ini monitor berapa kali setiap blok disk yang telah ditulis. Ini akan sangat memperpanjang umur drive. Produsen baik memiliki “wear-leveling” algoritma yang menyeimbangkan data cerdas, menghindari baik memperparah mengenakan blok dan “menebah” dari disk: Ketika sebuah blok tertentu telah ditulis di atas batas persentase tertentu, SSD akan (dalam latar belakang, menghindari penurunan kinerja) swap data dalam blok dengan data dalam sebuah blok yang telah dipamerkan “read-only-seperti” karakteristik. Kedua, harus blok buruk terjadi, mereka dipetakan saat mereka akan berada di disk yang berputar. Dengan pola penggunaan gigabyte menulis per hari, masing-masing SSD berbasis flash harus ratusan tahun terakhir, tergantung pada kapasitas. Jika memiliki cache DRAM, ini akan berlangsung lebih lama.

4.    INTEGRITAS DATA
Kebanyakan pembuat flash SSD menggunakan algoritma pengecekan error dan mampu untuk memperbaiki beberapa byte dalam blok 512-byte. Beberapa pemeriksaan-kesalahan kurang-kuat akan miscorrect tiga kesalahan byte sekitar 20% dari waktu. Lampu kilat SSD terbaik penyedia dapat mengoreksi kesalahan enam byte random (dan mendeteksi sembilan) di blok 512-byte. Mereka juga tidak akan pernah miscorrect kesalahan tiga-byte. Tingkat kesalahan pengecekan memberikan keamanan bahwa integritas data dari drive akan bertahan lebih lama daripada kita sebagai profesional TI perlu khawatir tentang hal itu.

5.    VOTALITAS
Tidak seperti DRAM, flash secara inheren non-volatile. Ada aksioma lama yang menyatakan bahwa “rentang perhatian komputer hanya selama kabel listriknya.”Hal ini tentunya berlaku untuk DRAM juga.Sementara memori flash akan menyimpan data yang lebih dari 10 tahun tanpa listrik, sedikit lebih dari 10 milidetik tanpa daya akan memberikan DRAM kasus paling menyebalkan dari amnesia. Untuk mencegah hal ini, DRAM berbasis SSD pembuat harus menambahkan baterai dan disk untuk menjaga data dari tersesat selama kegagalan daya. Meskipun isi ulang, baterai ini harus dipelihara (diganti) secara teratur (siklus pemeliharaan bervariasi; berkonsultasi produsen SSD’s) untuk menjamin kemampuan mereka untuk sepenuhnya backup data dalam SSD. Baterai mempertahankan kekuasaan ke memori dan disk (s) cukup lama untuk mentransfer data dari DRAM untuk penyimpanan non-volatile.Dua hal yang perlu dipertimbangkan adalah: Beberapa gangguan listrik terjadi dalam suksesi cepat-ini dapat menyebabkan operasi cadangan SSD untuk memulai lagi, yang pada dasarnya mengalir baterai sebelum waktunya. Ini mungkin berarti bahwa baterai tidak akan mempertahankan kekuasaan yang cukup untuk menyelesaikan siklus backup. Kedua, backup dan restorasi data membutuhkan waktu.Hal ini dapat mengambil 30 sampai 60 menit atau lebih untuk backup dan mengembalikan data.Waktu backup biasanya tidak menyakitkan, tetapi restorasi dapat menyebabkan downtime diperpanjang.

Pertimbangkan skenario kegagalan power dan data berhasil backup ke disk.Ketika kembali kekuasaan, server (s) dapat dan siap jauh sebelum data SSD adalah dikembalikan dari disk cadangan nya. Ini dapat berarti bahwa server akan tersedia selama satu jam ekstra atau lebih. Tergantung pada aplikasi, ini bisa berkisar dari gangguan hanya ke outage bisnis-mengancam.

6.    FORM VAKTOR
SSD berbasis DRAM Kebanyakan besar, rack-mount perangkat. Mereka membutuhkan pasokan listrik yang besar internal, kipas angin, baterai dan disk drive untuk memberikan non-volatilitas.Sebagai perbandingan SSD berbasis Flash yang jauh lebih kecil, biasanya faktor bentuk yang sama sebagai disk konvensional. Fleksibilitas Karena faktor bentuk SSD berbasis flash jauh lebih kecil, mereka secara inheren lebih fleksibel dalam penggunaannya. Mereka sering dapat digunakan di tempat disk tradisional di array penyimpanan atau di teluk internal server disk. Embedded aplikasi atau sistem mobile sering membutuhkan jejak jauh lebih kecil dari SSD berbasis flash.

7.    KEANDALAN
Kedua jenis SSD cukup handal karena ada sedikit, jika ada, bagian yang bergerak. Bahkan disk cadangan dari DRAM SSD berbasis biasanya berputar turun selama operasi normal.Ini berarti bahwa kedua jenis SSD jauh lebih andal daripada disk tradisional.Namun, untuk lingkungan menuntut lebih, kecil SSD berbasis flash lebih kaku seringkali lebih diinginkan.Mereka biasanya menahan getaran yang lebih besar dan suhu berkisar dari SSD berbasis DRAM.Beberapa SSD berbasis flash bahkan dianggap “ruggedized” oleh NASA dan Militer AS. Drive ini akan tahan ekstrim intens yang akan mengurangi rak-mount kotak menjadi puing-puing.

8.    KONSUMSI DAYA
Satu keuntungan dari memori flash yang menggunakan daya yang jauh lebih kecil dari chip DRAM. Karena itu, SSD berbasis flash menghasilkan panas lebih sedikit daripada rekan-rekan DRAM mereka. Ini juga berarti bahwa mereka tidak perlu kipas pendingin, sedangkan DRAM SSD berbasis lakukan.Sekali lagi, penggemar mengambil ruang dan memerlukan daya sendiri, yang pada gilirannya menghasilkan panas dan kebisingan.

9.    BIAYA
Tidak departemen TI akan membeli solusi tanpa melihat tag harganya. Sementara chip DRAM dan chip memori flash mirip dalam harga, biaya keseluruhan per megabyte umumnya lebih rendah untuk SSD berbasis flash. Hal ini disebabkan desain sederhana, dan kurangnya kebutuhan untuk baterai cadangan dan disk, dan kandang di mana untuk menahan mereka.Beberapa biaya dari DRAM SSD berbasis logam lembaran tambahan untuk memegang baterai dan disk, serta tenaga kerja yang terlibat dalam merakit semuanya.

10.  SISTEM OPERASI

Flash memory menyimpan informasi dalam array sel memori yang terbuat dari transistor floating-gate. Dalam sel tradisional single-level (SLC) perangkat, setiap sel hanya menyimpan satu bit informasi. Beberapa flash memory yang lebih baru, yang dikenal sebagai perangkat multi-level cell (MLC), dapat menyimpan lebih dari satu bit per sel dengan memilih antara beberapa tingkat muatan listrik untuk diterapkan ke gerbang mengambang dari sel.

Gerbang mengambang mungkin konduktif (biasanya polysilicon di sebagian besar jenis flash memory) atau non-konduktif (seperti pada flash memory Sonos).

11. PEMROGRAMAN

Pemrograman sel memori NOR (setting ke 0 logis), melalui injeksi panas-elektron.

Sebuah NOR single-level cell flash dalam keadaan standar adalah logis setara dengan nilai biner “1”, karena arus akan mengalir melalui saluran di bawah penerapan tegangan sesuai dengan gerbang kontrol. Sebuah sel flash NOR dapat diprogram, atau set ke nilai biner “0”, dengan prosedur berikut:

* Sebuah ditinggikan on-tegangan (biasanya> 5 V) yang diterapkan pada CG
* Saluran sekarang dihidupkan, sehingga elektron bisa mengalir dari sumber ke drain (asumsi               transistor NMOS)
* Sumber-drain sekarang ini yang cukup tinggi untuk menyebabkan beberapa elektron energi tinggi untuk melompat melalui lapisan isolasi ke FG, melalui proses yang disebut injeksi panas-elektron

12.  JENIS – JENIS FLASH MEMORY

Komputer penyimpanan data, sering disebut penyimpanan atau memori, merujuk kepada komponen komputer dan media perekaman yang mempertahankan data digital yang digunakan untuk komputasi untuk beberapa interval waktu.penyimpanan data komputer menyediakan salah satu fungsi inti dari komputer modern, yang retensi informasi. Teknologi yang dapat dihapus dan diprogram ulang secara elektrik.Hal ini terutama digunakan dalam kartu memori

1.    USB FLASH DRIVE
Sebuah flash drive USB terdiri dari perangkat penyimpanan data memori flash yang terintegrasi dengan USB 1.1 atau 2.0 interface. USB flash drive biasanya dilepas dan ditulis ulang, dan secara fisik jauh lebih kecil daripada floppy disk.Kebanyakan beratnya kurang dari 30 g. ..

2.    SOLID – STATE DRIVE
Solid-state drive adalah perangkat penyimpanan data yang menggunakan memori solid-state untuk menyimpan data persisten. Sebuah SSD mengemulasi interface hard disk drive, sehingga dengan mudah menggantikannya dalam sebagian besar aplikasi. Sebuah SSD menggunakan SRAM atau DRAM sering disebut sebagai RAM-drive, tidak boleh disamakan dengan RAM disk.

Untuk penyimpanan umum dan transfer data antara komputer dan produk digital lainnya. Ini adalah jenis tertentu EEPROM.

3.    KARTU MEMORI
Kartu kartu memori atau flash adalah flash memory penyimpanan data elektronik perangkat yang digunakan untuk menyimpan konten digital. Mereka umumnya digunakan dalam perangkat elektronik, termasuk kamera digital, ponsel, komputer laptop, MP3 player, dan konsol permainan video …

4.    EEPROM
EEPROM singkatan elektrik bisa dihapus Read-Only Memory diprogram dan merupakan jenis memori non-volatile yang digunakan dalam komputer dan perangkat elektronik lainnya untuk menyimpan sejumlah kecil data yang harus disimpan ketika kekuasaan akan dihapus, misalnya, kalibrasi.

(Elektrik-bisa dihapus memori programmable read-only) yang dihapus dan diprogram dalam blok besar; pada awal flash chip seluruh harus dihapus sekaligus. Flash memory biaya jauh lebih kecil dari byte-programmable EEPROM dan karenanya telah menjadi teknologi dominan mana sejumlah besar non-volatile, solid state
Solid state (elektronik)
Solid-state adalah mereka sirkuit elektronik atau perangkat yang dibangun seluruhnya dari bahan-bahan padat dan di mana elektron, atau operator biaya lainnya, terbatas sepenuhnya di dalam bahan padat.Penyimpanan yang diperlukan. Contoh aplikasi termasuk PDA

5.    ASISTEN DIGITAL PRIBADI
Sebuah asisten digital pribadi, juga dikenal sebagai komputer palmtop, adalah perangkat mobile yang berfungsi sebagai manajer informasi pribadi dan memiliki kemampuan untuk terhubung ke internet.
6.    DIGITAL AUDIO PLAYER
Seorang pemain audio digital, atau DAP, biasanya disebut sebagai MP3 player, adalah perangkat elektronik konsumen yang memiliki fungsi utama untuk menyimpan, mengorganisir dan memainkan file audio …

7.    KAMERA DIGITAL
Sebuah kamera digital adalah kamera yang mengambil foto video atau masih, atau keduanya, digital oleh merekam gambar melalui sebuah sensor gambar elektronik ….

8.    PONSEL
Hal ini juga memperoleh popularitas di konsol hardware video game, di mana ia sering digunakan sebagai pengganti EEPROMs atau RAM statis bertenaga baterai (SRAM) untuk menyimpan data permainan.

Karena memori flash adalah non-volatile, tidak ada daya yang dibutuhkan untuk menjaga informasi yang disimpan dalam chip. Selain itu, flash memory menawarkan akses cepat membaca waktu
Waktu akses
Waktu akses adalah waktu tunda atau latency antara permintaan ke sistem elektronik, dan akses yang sedang diselesaikan atau data yang diminta kembali ….

9.    DYNAMIC RANDOM ACCESS MEMORY
Memori dinamis random access merupakan jenis random akses memori yang menyimpan setiap bit data dalam sebuah kapasitor yang terpisah dalam sirkuit terpadu. Sejak kapasitor nyata biaya kebocoran, informasi akhirnya memudar kecuali muatan kapasitor di-refresh secara periodic. Memori yang digunakan untuk memori utama di PC) dan lebih baik ketahanan shock kinetik dari hard disk

10.  HARD DISK
Sebuah hard disk drive adalah alat penyimpanan non-volatile untuk data digital. Ia memiliki satu atau lebih berputar platters kaku pada poros motor-driven dalam kasus logam …

Karakteristik ini menjelaskan popularitas flash memory dalam perangkat portabel. Fitur lain dari memori flash adalah bahwa ketika dikemas dalam “kartu memori,” itu sangat tahan lama, mampu menahan tekanan intens, ekstrem suhu, dan bahkan perendaman dalam air.

Meskipun secara teknis jenis EEPROM, istilah “EEPROM” umumnya digunakan untuk merujuk secara khusus untuk EEPROM non-flash yang bisa dihapus di blok kecil, biasanya byte. Karena siklus menghapus yang lambat, ukuran blok besar yang digunakan dalam memori flash menghapus memberikan keunggulan kecepatan yang signifikan dibandingkan EEPROM gaya lama saat menulis data dalam jumlah besar.

OOP

Posted on June 18th, 2010 in Academic by widyaningtyas09
Pengertian OOP
OOP adalah sebuah mekanisme pemrograman di mana data dan fungsi digabungkan ke dalam sebuah unit yang disebut objek. Penggabungan seperti ini disebut sebagai enkapsulasi.
Objek merupakan representasi dari “dunia nyata” . Objek merupakan cetakan dari suatu class.

Tujuan OOP:

  • Mempermudah  programmer menulis program
  • Mempercepat proses pembuatan program
  • Mempermudah pemeliharaan program
  • Reusability dan Extensibility
Object Oriented Programming di C++
  • Class
  • Object
  • Methode
  • Property
  • Enkapsulasi
  • Inheritance
Class

Suatu class menggambarkan kumpulan dari object yang mempunyai sifat (atribut), perilaku umum (operasi), serta relasi umum dengan object yang lain. Setiap class memiliki property dan methode

Property

Sesuatu yang dimiliki oleh object.  Tapi, setiap object bisa memiliki nilai property yang berbeda.

Methode/Behaviour

Fungsi-fungsi atau sesuatu yang bisa dilakukan oleh object.

Tipe Akses

C++  menyediakan 3 tipe akses terhadap Class:

Private

Yaitu bagian class yang hanya dapat diakses oleh lingkungan internal class itu sendiri

Public

Yaitu bagian class yang bisa diakses oleh umum, baik dari dalam maupun dari luar class itu sendiri

Protected

Yaitu bagian class yang bisa diakses oleh langkungan class itu sendiri dan class lain yang menjadi turunannya

Instansiasi

  • Membuat suatu object dari class yang sudah ada
  • Deklarasi: nama_class nama_object
  • Misalkan dari class Manusia akan dibuat object
  • Deklarasi : Manusia mns

DESTRUKTOR

Posted on June 18th, 2010 in Academic by widyaningtyas09
  • Adalah fungsi anggota kelas yang akan dijalankan secara otomatis pada saat objek akan sirna
  • Nama destruktor sama dengan nama konstruktor, tetapi diawali tanda (~)
CONTOH

Class Bilangan {

int I;

public:

Bilangan();

~Bilangan();

void info();         <——–DESTRUKTOR

}

ALOKASI DINAMIS

Ada beberapa jenis objek yang dapat digunakan di dalam program C++:

  • Automatic object: diciptakan jika ada deklarasi objek di dalam blok eksekusi dan dimusnahkan pada saat blok yang mengandung deklarasi tersebut selesai eksekusi
  • Static object: diciptakan satu kali pada saat program dimulai dan dimusnahkan pada saat program selesa
  • Free store object: diciptakan dengan operator new dan dimusnahkan dengan operator delete. Kedua hal ini harus secara eksplisit dilakukan oleh pengguna kelas/objek.

KONSTRUKTOR

Posted on June 18th, 2010 in Academic by widyaningtyas09
  • Adalah fungsi anggota yang mempunyai nama yang sama dengan nama kelasnya
  • Tidak mempunyai nilai balik
  • Harus diletakkan pada bagian publik
JENIS
  • Default constructor: konstruktor yang menginisialisasi objek dengan nilai(-nilai) default yang ditentukan oleh perancang kelas. Dalam deklarasi kelas, constructor ini tidak memiliki parameter formal.
  • User-dened constructor: konstruktor yang menginisialisasi objek dengan nilai(-nilai) yang diberikan oleh pemakai kelas pada saat objek diciptakannya.
KEGUNAAN
  • Mengalokasikan ruang bagi sebuah objek
  • Memberikan nilai awal terhadap anggota data sebuah objek

Waspada Angin Kencang Landa Bandung Beberapa Hari ke Depan Baban Gandapurnama

Posted on June 18th, 2010 in Academic by widyaningtyas09

Bandung – Angin yang berembus kencang disertai hujan yang melanda sejumlah kawasan di Kota Bandung, Jumat (18/6/2010), sekitar pukul 14.40 WIB, memiliki kecepatan 22 knot. Warga Kota Bandung diimbau waspada untuk beberapa hari ke depan.

“Kecepatan anginnya 22 knot atau 1 knot itu 1,8 kilometer per jam,” jelas Staff Data dan Informasi BMKG, Ani Hanifah, saat dihubungi wartawan via telepon.

Menurut dia, kondisi tadi di Sumatera ada pusaran angin tertutup dan di Australia terdapat palung bertekanan rendah. “Ini memicu pertumbuhan awan, karena perairan kita masih hangat. Maka itu akan berpotensi menjadi angin hujan tinggi yang disertai petir juga,” terang Ani.

Dia menjelaskan, sepanjang Juni ini di Kota Bandung pun masih berpotensi hujan. “Imbauan kami masyarakat Bandung harus waspada. Karena hujannya di atas normal,” ungkapnya.

Informasi yang detikbandung, angin kencang itu terasa di sejumlah kawasan seperti Ciumbuleuit, Dipatikukur, Gasibu, Padasuka dan Setiabudhi. Bahkan, enam tenda untuk stand acara yang terpasang di Gasibu, Jalan Diponegoro, tumbang tertiup angin.

INHERITANCE

Posted on June 18th, 2010 in Academic by widyaningtyas09

INHERITANCE (PEWARISAN)

1. Konsep pemrograman berorientasi object yang memungkinkan membuat hubungan di mana ada class yang mewarisi semua   attribute dan method dari class lain.
2. Kelas yang menurunkan sifat disebut kelas dasar (base class), sedangkan yang kelas baru yang mewarisi sifat kelas dasar disebut kelas turunan (derived class).
3. Dengan pewarisan dapat diciptakan suatu kelas baru yang mana kelas tersebut mewarisi seluruh sifat kelas dasar yang mempunyai akses public atau protected ditambah sifat khusus dari kelas yang bersangkutan.

KEUNTUNGAN INHERITANCE

1. Keuntungan Inheritance dalam OOP : Reusability
2. Ketika behavior(methode) dideklarasikan dalam superclass, behavior tersebut otomatis diwariskan ke seluruh subclass
3. Anda dapat meng-enkode method hanya sekali dan mereka dapat digunakan oleh seluruh subclass
4. Sebuah subclass hanya perlu mengimplementasikan perbedaan antara dirinya sendiri dan parent-nya